Keterkaitan antara Spiritual, Kesehatan dan Sakit

Keyakinan spiritual sangat penting bagi perawat karena dapat mempengaruhi tingkat kesehatan dan perilaku self-care klien. Keyakinan spiritual yang perlu di pahami antara lain 1. menuntun kebiasaan hidup sehari-hari Praktik tertentu pada umumnya yang berhubungan dengan pelayanan kesehatan mungkin mempunyai makna keagamaan bagi klien, seperti tentang makanan diet. 1. sumber dukungan Saat stress individu akan mencari dukungan dari keyakinan agamanya. 1. sumber kekuatan dan penyembuhan Individu bisa menahan distress fisik yang luar biasa karena mempunyai keyakinan yang kuat. 1. sumber konflik Pada situasi tertentu, bisa terjadi konflik antara keyakinan agama dengan praktik kesehatan, seperti pandangan penyakit. Dapat disimpulkan bahwa kebutuhan spiritual merupakan kebutuhan untuk mencari arti dan tujuan hidup, kebutuhan untuk mencintai dan dicintai serta rasa keterikatan, dan kebutuhan untuk memberikan dan mendapatkan maaf . KARAKTERISTIK SPIRITUAL Spiritualitas mempunyai suatu karakter, sehingga bisa diketahui bagaimana tingkat spiritualitas seseorang. Karakteristik spiritual tersebut, antara lain 1. hubungan dengan diri sendiri 1) Pengetahuan diri (siapa dirinya, apa yang dapat dilakukannya). 2) Sikap (percaya pada diri sendiri, percaya pada kehidupan atau masa depan, harmoni atau keselarasan diri). 1. hubungan dengan alam 1) Mengetahui tentang tanaman, pohon, margasatwa dan iklim. 2) Berkomunikasi dengan alam (bertanam, berjalan kaki), mengabadikan dan melindungi alam. 1. hubungan dengan orang lain Harmonis 1) Berbagi waktu, pengetahuan dan sumber secara timbal balik. 2) Mengasuh anak, orang tua dan orang sakit. 3) Menyakini kehidupan dan kematian. Tidak harmonis 1) Konflik dengan orang lain. 2) Resolusi yang menimbulkan ketidakharmonisan dan friksi. 1. hubungan dengan Ketuhanan Agamis atau tidak agamis 1) Sembahyang/berdo’a/meditasi. 2) Perlengkapan keagamaaan. 3) Bersatu dengan alam. Sehingga dapat disimpulkan bahwa seseorang terpenuhi kebutuhan spiritualnya apabila mampu : 1) merumuskan arti personal yang positif tentang tujuan keberadaannya di dunia/kehidupan, 2) mengembangkan arti penderitaan dan menyakini hikmah dari suatu kejadian atau penderitaan, 3) menjalin hubungan positif dan dinamis melalui keyakinan, rasa percaya dan cinta, 4) membina integritas personal dan merasa diri berharga, 5) merasakan kehidupan yang terarah yang terlihat melalui harapan, 6) mengembangkan hubungan antar manusia yang positif.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar